Nama : Aris Krismunadi
Npm
: 31416083
Kelas
: 4ID10
Peluang usaha
terbaik menurut saya adalah suatu usaha
yang dapat dijalankan dengan modal kecil. Selain itu, keuntungan diperoleh
cukup besar, memiliki perputaran uang yang cepat dan mudah dijalankan.Nah,
jenis bisnis yang masuk dalam kriteria di atas tidak lain adalah bisnis
kuliner. Bisnis kuliner sangat menarik untuk saya bahas karena hampir semua
daerah, baik daerah berpenduduk padat sampai daerah dengan populasi yang
terbilang sedikit, sangat menggadrungi jenis bisnis ini.
Jadi, apa
sebetulnya alasan seseorang memutuskan untuk menjalankan bisnis kuliner?
Berikut saya
paparkan secara sederhana.
·
Makanan
Merupakan Kebutuhan Pokok
Ketika berbicara
soal suatu produk yang memiliki manfaat cukup luas, maka bisa dipastikan
memiliki pangsa pasar yang luas pula.Begitupun dengan bisnis kuliner, semua
membutuhkan makanan. Sehingga target pasarnya pun begitu luas dan bisa untuk
banyak kalangan (tergantung jenis kuliner yang dijalankan).saya ambil contoh
KFC (Kentucky Fried Chicken) atau Pizza Hut. Mereka telah berhasil
memposisikan dirinya sebagai salah satu kuliner yang wajib dinikmati ketika
seseorang jalan-jalan ke kota. Target pasarnya pun untuk semua kalangan.
Anak-anak, remaja dan orang dewasa menikmatinya.
·
Memiliki
Keuntungan yang Cukup Besar Dibanding Usaha Jenis Lainnya
Salah satu poin
yang menjadi alasan bisnis kuliner salah satu peluang usaha terbaik adalah
keuntungan. Keuntungan yang diperoleh rata-rata lebih dari 50% dari modal
bahan.Contohnya usaha ayam kentucky, harga untuk 1 kg ayam potong misalnya Rp
28.000,-. Dalam 1 kg ayam, terdapat sekitar 7 hingga 8 potong (dada, paha,
campur).Kalau rata-rata harga jual ayam kentucky sebesar Rp 7.000,-, maka hasil
penjualan adalah Rp 7.000,- X 8 potong = Rp 56.000,-Melihat dari perhitungan
sederhana di atas, maka keuntungan kotornya yang bisa diperoleh adalah Rp
28.000,- (profit 100%). Untuk perhitungan bersihnya, Anda bisa kalkulasi
sendiri. Keuntungan kotor dikurangi berbagai kebutuhan penunjang, misalnya
harga minyak goreng (dapat digunakan 2 sampai 3 kali), biaya elpiji, biaya
lampu penerangan (kalau ada) dan lain-lain.
Jadi,
kemungkinan besar profit yang didapat dalam bisnis kuliner adalah di atas 50%.
Jauh dari usaha jenis lainnya yang hanya memperoleh keuntungan rata-rata 10
hingga 30%.
·
Perputaran
Uang yang Cepat
Salah satu usaha
terbaik menurut saya adalah suatu usaha yang cepat kembali modal. Artinya,
bisnis kuliner masuk dalam kriteria tersebut.Jika perputaran uang cepat, maka
modal yang digunakan akan cepat kembali. Selanjutnya tinggal menikmati
keuntungan.
·
Dapat
Dijalankan Dengan Modal Kecil
Bisnis kuliner
salah satu ide usaha yang hanya membutuhkan modal kecil, namun dapat memperoleh
keuntungan yang besar. Misalnya saja menjalankan usaha gorengan, hanya butuh
pisang, tepung atau minyak goreng yang harganya cukup murah, saya sudah dapat
jualan.
·
Makanan
Sudah Menjadi Trend Masa Kini, Istilah Familiarnya Wisata Kuliner
Salah satu
kebiasaan yang tidak pernah hilang dari para pelancong, baik pelancong lokal
maupun mancanegara adalah berburu kuliner khas daerah.
Bahkan, setiap daerah saat ini sepertinya berlomba-lomba untuk memamerkan ciri
khas dari olahan makanan mereka. Setiap daerah mulai membangun suatu wilayah
khusus diperuntukkan untuk wisata kuliner.Selain dari hal tersebut, untuk
mengukur prospek dari bisnis kuliner ini, saya bisa memperhatikan kebiasaan
para pengguna media sosial. Setiap ingin menyantap makanan, pasti menyempatkan
berselfie ria dengan fokus utamanya adalah makanan mereka.
·
Peluang
Usaha Terbaik Karena Mudahnya Membuat Cabang Baru yang Sukses
Salah satu usaha
terbaik yang memberikan kemudahan mengembangkan usaha adalah bisnis
kuliner.Kita sama-sama tahu, jika seseorang menyukai makanan dari sebuah resto,
maka orang tersebut sangat susah untuk berpindah ke resto lainnya. Nah, inilah
yang sangat menguntungkan bagi pengusaha kuliner jika ingin membuka cabang di
tempat lain.Dengan menggunakan nama restoran yang sudah sukses pada cabang
barunya, maka mereka tidak sulit untuk mendapatkan pembeli. Konsumen loyal
mereka (tempat tinggal yang berdekatan dengan cabang baru), akan
menjadi pelanggan di cabang barunya dan menjadi marketing gratis.
·
Jumlah
Pegawai yang Sedikit Ketika Baru Memulai Usaha
Ketika awal
memulai usaha, tidak perlu menggunakan banyak tenaga. saya bisa minta keluarga
terdekat untuk membantu, 1 atau 2 orang.Ketika jumlah pelanggan sudah mulai
meningkatnya, barulah melakukan pengadaan pegawai sesuai dengan keperluan.
·
Menemukan
Tempat yang Sesuai
Karena usaha
kuliner adalah suatu bisnis yang dapat dijalankan dengan berbagai model
(tergantung target pasarnya), maka untuk menemukan lokasi dan tempat berjualan,
pastinya sangat mudah. Saya bisa menggunakan tempat dengan ukuran kecil.
Atau yang lagi trend saat ini dengan menggunakan mobil modifikasi.
Selain itu,
maraknya bisnis online menjadikan hampir semua jenis bisnis harus menyesuaikan
diri agar mampu bertahan. Salah satu perubahan trend yang terjadi pada
bisnis kuliner adalah layanan antar. Jadi, Anda tidak membutuhkan tempat
strategis untuk memulai jualan.
1. Aspek
Pasar dan Pemasaran
a. Apakah ada
konsumen yang potensial untuk membeli produk?
b. Jika ada,
seberapa besar pasar nyata dan potensi?
c. Bagaimana peta
kondisi pesaing?
d. Bagaimana
perilaku konsumen?
e. Strategi apa
yang harus dijalankan untuk memenangkan persaingan dan merebut pasar?
Dalam penentuan
pasar ada beberapa kriteria pasar yang harus diukur untuk mempermudah penentuan
pasar sasaran, yaitu :
a. Pasar
potensial adalah sekumpulan konsumen yang menyatakan tingkat minat yang memadai
terhadap penawaran pasar.
b. Pasar
tersedia adalah sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, pendapatan, akses dan
kualifikasi untuk penawaran pasar tertentu.
c. Pasar sasaran
(pasar terlayani) adalah bagian dari pasar tersedia yang akan dimasuki oleh
perusahaan berdasarkan pada kesiapan dan kebijakan perusahaan.
d. Pasar sasaran
(pasar terlayani) adalah bagian dari pasar tersedia yang akan dimasuki oleh
perusahaan berdasarkan pada kesiapan dan kebijakan perusahaan.
e. Cara
melakukan Riset Pasar dengan terjun langsung kelapangan dengan cara
observasi, wawancara maupun kuesioner.
2. Aspek Keuangan
Hal-hal yang
perlu digambarkan, yaitu:
a. Besarnya
investasi, berarti jumlah dana yang dibutuhkan untuk modal investasi.
b. Pembelian
biaya operasional, biaya non operasional maupun belanja modal kerja.
c. Pendapatan
yang akan diterima selama menjalankan usaha.
d. Pendapatan
yang akan diterima selama menjalankan usaha.
3. Aspek Teknis/Operasi
Dalam aspek
teknis atau operasi, hal-hal yang perlu digambarkan adalah:
a. Lokasi usaha
Lokasi merupakan
tempat melayani konsumen. Dengan demikian, perlu dicari lokasi yang tepat
sebagai tempat usaha.
b. Penentuan
layout/tata letak
Penentuan layout
perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan faktor keamanan,
kenyamanan, keindahan, efisiensi, biaya, dan fleksibilitas.
c. Teknologi
yang digunakan
Teknologi yang
digunakan harus sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini dan yang akan
datang, serta harus disesuaikan dengan luas produksi, supaya tidak terjadi
kelebihan kapasitas.
d. Volume produksi
Volume produksi
harus relevan dengan potensi pasar dan prediksi permintaan, sehingga tidak
terjadi kelebihan atau kekurangan kapasitas. Volume operasi yang berlebihan
akan menimbulkan masalah dalam penyimpanan, sedangkan volume produksi yang kurang
akan menyebabkan hilangnya pelanggan.
e. Bahan baku
dan bahan penolong
Bahan baku dan
bahan penolong serta sumber daya yang diperlukan harus cukup tersedia.
Persediaan tersebut harus sesuai dengan volume produksi.
f. Tenaga kerja
Meliputi jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan dan kualifikasi yang sesuai dengan pekerjaan yang
ada agar penyelesaian pekerjaan bisa lebih cepat, tepat dan hemat.
4. Aspek
Ekonomi Sosial
Dampak ekonomi
meliputi:
a. Jumlah tenaga
kerja yang tertampung, baik yang bekerja di pabrik maupun masyarakat yang di
luar pabrik.
b. Meningkatkan
pendapatan masyarakat.
c. Meningkatkan
pendapatan masyarakat.
Dampak sosial
yang muncul akibat adanya usaha berupa tersedianya sarana dan prasarana, antara
lain:
a. Pembangunan
jalan
b. Penerangan
c. Sarana
telepon
d. Sarana air
minum
5. Aspek
Dampak Lingkungan
a. Dampak
terhadap air.
b. Dampak
terhadap tanah.
c. Dampak
terhadap udara.
d. Dampak
terhadap kesehatan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar